Konsumsi Serat Kurangi Resiko Stroke

Menurut tinjauan kembali dari penelitian yang ada, orang-orang pengonsumsi lebih banyak serat lebih sedikit terkena stroke dibanding yang menghemat gizi. Serat sangat bermanfaat bagi kesehatan. Selain bisa memperbaiki pencernaan, serat juga bisa mengurangi resiko stroke. Stroke terjadi karena kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak yang terjadi karena adanya sumbatan, penyempitan, atau pecahnya pembuluh darah.

Serangan Penyakit Stroke Bisa Dicegah dan Diobati Dengan XAMthone Plus

Serangan Penyakit Stroke Bisa-Dicegah dan Diobati Dengan XAMthone Plus

“Beberapa orang zaman dulu telah melihat hubungan antara serat dan penyakit kardiovaskular, seperti jantung koroner dan stroke,” kata penulis senior sekaligus dosen senior di epidemiologi gizi di University of Leeds di Inggris, Victoria Burley kepada Reuters Health, yang dikutip dari Fox News, Rabu (24/4/2013).

Tapi, ini pertama kalinya semua hasil penelitian dari studi jangka panjang digabungkan menjadi satu analisis.

Burley dan rekan penulisnya mengumpulkan hasil dari delapan penelitian yang dilakukan sejak 1990 dengan 500.000 peserta. Orang-orang dilaporkan mengonsumsi makanan berserat dari usia delapan hingga 19 tahun.

Menurut temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Stroke, para peneliti menemukan risiko stroke pertama turun tujuh persen dari setiap penambahan tujuh gram pada orang-orang yang mengonsumsi serat setiap hari. Sehingga orang yang makan paling banyak serat rendah risiko stroke.

Dikatakan oleh ahli saraf di Loma Linda University di California, Dr. Dean Sherzai kepada Reuters Health.

“Stroke adalah penyakit yang umum dan kronis dalam masyarakat karena faktor risikonya telah tumbuh”.

Sherzai yang tidak terlibat dalam penelitian menambahkan hasil baru tersebut penting karena pengobatan saat ini terbatas. Tapi bisa dengan mengubah pola makan dan menambahkan lebih banyak serat.

Temuan tersebut tidak membuktikan secara langsung mencegah stroke. Para peneliti juga tidak tahu kenapa serat dihubungkan dengan risiko yang lebih rendah.

Burley berpendapat makanan tinggi serat cenderung rendah kalori dan membantu seseorang menjaga berat badan yang sehat. Sehingga mengurangi risiko stroke. Makanan berserat juga memiliki vitamin, mineral, dan antioksidan. Termasuk polifenol dan flavoid yang membuat pembuluh darah lebih elastis.

Temuan tersebut berfungsi sebagai dorongan bagi orang-orang untuk mengonsumsi serat setiap hari.