Yang Perlu Diketahui Tentang Diabetes

Diabetes Mellitus, DM, yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis merupakan kelainan metabolik sebagai akibat dari kurangnya pelepasan hormon insulin, aktivitas insulin (atau keduanya) serta kurangnya pengangkut glukosa (atau keduanya). Secara umum, organ utama yang rusak pada penderita diabetes yaitu pankreas. Pankreas berfungsi sebagai penghasil insulin. Insulin berfungsi untuk membuka pintu-pintu sel tubuh agar nutrisi, air dan oksigen yang dibawa oleh darah bisa masuk ke dalam sel. Atau dengan kata lain sel-sel tubuh mendapatkan makanan karena pintu mereka bisa dibuka oleh insulin.

Diabetes Melitus Bisa Sembuh Minum XAMthone Plus
Apa yang terjadi jika insulin tidak ada? Betul sekali, sel-sel tubuh akan mati karena tidak mendapatkan makanan yang dibawa oleh darah. Salah satu makanan tersebut adalah gula glukosa yang didapatkan dari terigu, nasi dan gula tebu. Akibat insulin tidak ada, tentu glukosa tidak bisa masuk ke setiap sel. Akhirnya glukosa menumpuk di dalam darah. Inilah yang dimaksud dengan kadar gula di dalam darah semakin meningkat (diabetes).

Anda bayangkan apa yang terjadi jika air dalam gelas diberi gula tebu terus menerus. Tentu air akan menjadi semakin kental. Begitu juga dengan yang terjadi dengan kondisi penderita diabetes. Karena kadar gula tinggi maka darah akan menjadi semakin kental. Kekentalan darah ini lama kelamaan akan merusak pembuluh darah di semua organ tubuh. Anda pasti tahu organ tubuh kita seperti jantung dan ginjal terdiri dari sel dan pembuluh darah.

    Jadi ada 2 hal yang mengakibatkan kenapa penderita diabetes menderita komplikasi yang begitu rumit, yaitu :

  • Sel-sel organ tubuh yang rusak akibat tidak dapat makanan. Jika itu terjadi pada kaki maka kaki yang terluka sulit sembuh. Jika terjadi pada ginjal maka ginjal akan rusak. Jadi jangan heran jika penderita diabetes ada yang harus menjalani cuci darah (hemodialisa).
  • Pembuluh darah yang rusak akibat dari darah terlalu kental. Jika itu terjadi pada jantung maka akan terjadi jantung koroner. Jika pembuluh darah otak yang rusak maka akan terjadi stroke.

Dan biasanya juga penderita diabetes akan mengalami komplikasi penyakit. Berbagai penyakit, sindrom dan simtoma dapat terpicu oleh diabetes mellitus, antara lain: Alzheimer, ataxia-telangiectasia, sindrom Down, penyakit Huntington, kelainan mitokondria, distrofi miotonis, penyakit Parkinson, sindrom Prader-Willi, sindrom Werner, sindrom Wolfram, leukoaraiosis, demensia, hipotiroidisme, hipertiroidisme, hipogonadisme, dan lain-lain. Komplikasi jangka lama termasuk penyakit kardiovaskular (risiko ganda), kegagalan kronis ginjal (penyebab utama dialisis), kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan, serta kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi dan gangren dengan risiko amputasi. Komplikasi yang lebih serius lebih umum bila kontrol kadar gula darah buruk.

DM (bahasa Latin: mellitus, rasa manis) diklasifikasikan dalam beberapa type yang diantaranya yaitu DM type 1, 2 dan 3.

Diabetes Mellitus Type 1
Terjadi karena berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah akibat hilangnya sel beta penghasil insulin pada pankreas. DM type 1 dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa. Sampai saat ini DM type 1 tidak dapat dicegah dan tidak dapat disembuhkan, bahkan dengan diet maupun olah raga. Kebanyakan penderita diabetes tipe 1 memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai dideritanya. Selain itu, sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya normal pada penderita diabetes tipe ini, terutama pada tahap awal.

Penyebab terbanyak dari kehilangan sel beta pada diabetes tipe 1 adalah kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas. Reaksi autoimunitas tersebut dapat dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh. Saat ini, diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan menggunakan insulin, dengan pengawasan yang teliti terhadap tingkat glukosa darah melalui alat monitor pengujian darah. Pengobatan dasar diabetes tipe 1, bahkan untuk tahap paling awal sekalipun, adalah penggantian insulin. Tanpa insulin, ketosis dan diabetic ketoacidosis bisa menyebabkan koma bahkan bisa mengakibatkan kematian. Penekanan juga diberikan pada penyesuaian gaya hidup (diet dan olahraga) serta pemberian injeksi insulin.

Perawatan diabetes tipe 1 harus berlanjut terus. Perawatan tidak akan memengaruhi aktivitas-aktivitas normal apabila kesadaran yang cukup, perawatan yang tepat, dan kedisiplinan dalam pemeriksaan dan pengobatan dijalankan. Tingkat Glukosa rata-rata untuk pasien diabetes tipe 1 harus sedekat mungkin ke angka normal (80-120 mg/dl, 4-6 mmol/l). Beberapa dokter menyarankan sampai ke 140-150 mg/dl (7-7.5 mmol/l) untuk mereka yang bermasalah dengan angka yang lebih rendah. Angka di atas 200 mg/dl (10 mmol/l) seringkali diikuti dengan rasa tidak nyaman dan buang air kecil yang terlalu sering sehingga menyebabkan dehidrasi. Angka di atas 300 mg/dl (15 mmol/l) biasanya membutuhkan perawatan secepatnya dan dapat mengarah ke ketoasidosis. Tingkat glukosa darah yang rendah, yang disebut hipoglisemia, dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.

Diabetes Mellitus Type 2
Merupakan type diabetes mellitus yang terjadi bukan disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen, termasuk yang mengekspresikan disfungsi sel beta, gangguan sekresi hormon insulin, resistansi sel terhadap insulin yang menyebabkan sel jaringan, terutama pada hati menjadi kurang peka terhadap insulin serta yang menekan penyerapan glukosa oleh otot lurik namun meningkatkan sekresi gula darah oleh hati.

Pada tahap awal kelainan yang muncul adalah berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah. Hiperglisemia dapat diatasi dengan obat anti diabetes yang dapat meningkatkan sensitifitas terhadap insulin atau mengurangi produksi glukosa dari hepar, namun semakin parah penyakit, sekresi insulin pun semakin berkurang, dan terapi dengan insulin kadang dibutuhkan. Ada beberapa teori yang menyebutkan penyebab pasti dan mekanisme terjadinya resistensi ini, namun obesitas diketahui sebagai faktor terjadinya resistensi terhadap insulin, dalam kaitan dengan pengeluaran hormon yang merusak toleransi glukosa. Penderita DM type 2 ini 90% biasanya mengalami obesitas (kelebihan berat badan).

Diabetes tipe 2 biasanya, awalnya, diobati dengan cara perubahan aktivitas fisik (olahraga), diet (umumnya pengurangan asupan karbohidrat), dan lewat pengurangan berat badan. Ini dapat memugar kembali kepekaan hormon insulin, bahkan ketika beban adalah rendah hatitetap digunakan untuk meningkatkan produksi hormon insulin dan mengatur pelepasan/release yang tidak sesuai tentang glukosa oleh hati (dan menipis pembalasan hormon insulin sampai taraf tertentu), dan pada hakekatnya menipis pembalasan hormon insulin. Jika ini gagal, ilmu pengobatan hormon insulin akan jadilah diperlukan untuk memelihara normal atau mendekati kadar glukosa normal.

Diabetes Mellitus Type 3
Biasanya disebut dengan Gestational Diabetes Mellitus (GDM) ini terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan. GDM mungkin dapat merusak kesehatan janin atau ibu, dan sekitar 20–50% dari wanita penderita GDM bertahan hidup. Diabetes melitus pada kehamilan terjadi di sekitar 2–5% dari semua kehamilan. GDM bersifat temporer dan dapat meningkat maupun menghilang setelah melahirkan. GDM dapat disembuhkan, namun memerlukan pengawasan medis yang cermat selama masa kehamilan.

Secara umum, tindakan pengobatan yang sudah ada saat ini baru sampai pada tahap perawatan agar TINGKAT GULA DARAH TETAP TERKONTROL. Itu pun tindakan pengobatan dengan obat-obatan kimia baru sebatas skenario agar kadar gula dalam darah menurun. Sedangkan kerusakan-kerusakan organ lain (komplikasi) belum bisa ditangani secara terpadu. Misalnya pada penderita dengan luka di kaki atau tangan dan bahkan kerusakan di pankreas. Demikian juga akibat dari penderita diabetes yang biasanya dalam jangka panjang konsumsi obat-obat berbau bahan kimia.

Tindakan yang dilakukan biasanya berakhir pada amputasi. Belum lagi masalah komplikasi jantung koroner, gagal ginjal, kerusakan mata, kerusakan pankreas dan serangan stroke. Untuk menangani kerusakan-kerusakan tersebut harus dengan meregenasi sel-sel dalam tubuh. Satu-satunya cara yang ampuh memperbaiki dan menyembuhkan sel-sel organ tersebut.

Dan itu tidak bisa dilakukan dengan obat kimia. Yang bisa hanya dengan nutrisi yang diambil dari alam. Hanya dengan pemberian nutrisi ini harapan hidup penderita diabetes bisa lebih panjang karena kerusakan organ-organ tubuh lebih bisa diperkecil. Bahkan nutrisi yang berasal dari alam jika dikonsumsi secara teratur akan membantu memperbaiki sel-sel organ yang rusak sehingga bisa berfungsi normal kembali.

XAMthone Plus terbukti sebagai insulin alami dan mampu meningkatkan proses regenerasi sel-sel yang rusak pada tubuh terutama dalam hal ini adalah pankreas. Yang dibutuhkan bagi penderita diabetes memang pengobatan yang simultan yaitu insulin dan perbaikan pankreas.

Incoming search terms:

nasi bisa rusak pankreas, hal apa yg perlu fiketahui dari dm, hal hal apa yg perlu diketahui dari diabetes, apkh diabet type 2 sel2 rusak, apa yg rusak pada pasien dm, peningkatan glukosa darah menjadi kental, penyebab diabetes yaitu tidak berfungsinya alat, dm apa yg hrs diketahui, diabetes apa yg rusak, kekentalan darah pada penderita diabetes, nasi insulin berlebih darah kental, obat air mni laki laki, milagros diabetes tidak perlu suntik insulin, organ yg ruak karna diabet, obat diabetes mengarah pada pankreas, organ ginjal yang rusak akibat diabetes militus, kenapa gula bisa mengental di dalam darah ?, mengobati pembuluh darah yang rusak akibat diabetes, mengapa sindrom down bisa diabetes, kenapa pembuluh darah rusak pada penderita DM,